Investasi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan dana. Tentu dalam prosesnya, kegiatan ini bisa menghasilkan sesuatu yang positif maupun negatif. Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi investasi. Salah satunya adalah inflasi. Ini merupakan kondisi saat terjadi kenaikan berbagai harga barang dan jasa secara continue dalam jangka waktu tertentu. Meski menjadi momok bagi perekonomian, namun kamu tetap bisa melawan inflasi dengan memilih jenis investasi yang tepat. Mengingat inflasi sulit dihindari, maka kamu perlu mengantisipasi pengaruhnya. Apalagi inflasi cenderung selalu membanting nilai uang. Jadi, selamatkan nilai uangmu dengan memilih jenis dan cara investasi yang sesuai. Berikut adalah beberapa jenis investasi yang cocok dipilih saat inflasi melanda:
Emas dan Perak
Di tengah kondisi inflasi yang terjadi di sejumlah negara, investasi emas dan perak dapat menjadi solusi bagi keuangan kamu. Hal ini karena sudah sejak zaman dahulu emas dikenal sebagai aset safe haven yang tahan banting terhadap inflasi. Selain itu, kenaikan nilai emas juga dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS. Ketika nilai dolar AS jatuh, emas dan perak justru mengalami kenaikan, begitu juga sebaliknya. Kondisi geopolitik juga dapat mendorong kenaikan harga emas. Seperti diketahui, memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina dipercaya sejumlah ahli dapat menjadi pendorong harga emas untuk naik lebih tinggi. Kini kamu tidak hanya dapat membeli emas dan perak dalam bentuk fisik, melainkan juga dapat membeli keduanya melalui Exchange-Traded Fund (ETF). Namun, penting dipahami bahwa keputusan untuk investasi emas di saat inflasi harus disesuaikan dengan kebutuhan maupun tujuan keuangan kamu.Property
Membeli property adalah salah satu peluang terbaik untuk melakukan lindung nilai uang kamu saat terjadi inflasi. Mekanismenya, kamu membeli properti dan menyewakannya atau menjual dengan harga lebih tinggi. Harga properti selalu naik tiap tahunnya. Ini jelas jadi margin profit yang bisa kamu andalkan. Untuk opsi sewa, mungkin uang yang kamu hasilkan tidak akan langsung sepadan dengan harga beli. Namun, jangka waktu sewa seringkali panjang dan ini bisa jadi pendapatan tetap. Untuk jenis investasi satu ini, tentunya kamu perlu pertimbangan yang matang sejak awal. Mulai dari memilih lokasi properti, prospek ke depannya, harga beli, kondisi properti dan lain sebagainya.Surat Utang Negara atau Obligasi
Saat bingung hendak investasi apa saat inflasi, maka surat utang negara atau obligasi menjadi salah satu pilihan terbaik. Obligasi pemerintah dirancang untuk meminjamkan uang ke surat utang jangka menengah yang dapat dialihkan. Surat tersebut berisi janji dari pihak yang menerbitkan obligasi (perusahaan atau pemerintah) untuk membayar bunga yang dipersamakan selama jangka waktu tertentu dan untuk membayar pokok kepada pembeli obligasi pada waktu tertentu. Salah satu pihak yang bisa menerbitkan obligasi adalah negara. Sehingga selama negara masih berdiri, maka kamu akan mendapat jaminan pasti pengembalian investasi.Komoditas
Harga komoditas, seperti gas, telah mencapai rekor tertinggi secara global. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga minyak melonjak karena negara-negara sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap ekonomi Rusia. Kenaikan harga minyak juga mempengaruhi rantai pasokan global, industri penerbangan, dan bahkan belanja konsumen. Apakah aset investasi ini merupakan pembelian yang baik selama inflasi? Komoditas seperti logam mulia, logam industri, dan minyak biasanya berkinerja paling kuat selama inflasi meningkat. Komoditas umumnya tidak berkorelasi dengan pasar saham, yang dapat berguna bagi investor saham yang ingin melakukan diversifikasi.