artikel

Cara Cerdas Atur Keuangan Buat Generasi Sandwich

Images

Generasi sandwich adalah generasi dewasa yang harus menanggung hidup tiga generasi atau generasi lain. Antara lain orangtua, diri sendiri, dan anak atau keluarganya. Istilah generasi sandwich saat ini cukup populer, selain generasi milenial dan generasi Z. Itu karena beban hidup generasi sandwich lebih berat.

Menjadi seorang generasi sandwich tentu memiliki tantangan tersendiri dalam mengatur keuangan. Hal itu disebabkan karena besarnya beban biaya hidup yang membuat diri mereka sulit untuk menyisihkan uang demi masa depannya.

Lantas apakah tidak mungkin bagi seorang generasi sandwich merdeka finansial? Anggapan ini tidak benar, lantaran semua orang di dunia ini pasti bisa menggapai capaian hidup tersebut. Seperti apa tips cerdas bagi generasi sandwich dalam mengatur keuangan dan berinvestasi? Berikut ulasannya

• Catat Pengeluaran dan Pemasukan

Jika belum terbiasa mengelola keuangan, solusinya bisa mulai dengan melakukan pencatatan keuangan. Dengan begitu, kamu akan tahu uang digunakan untuk apa, sehingga bisa segera melakukan perbaikan jika mulai boros pada jenis pengeluaran tertentu. Dengan mencatatnya, kamu bisa tahu jumlah aset yang dimiliki, utang (jika ada), dan dapat menjaga arus kas agar tetap positif.

Agar catatan keuanganmu makin baik, kamu dapat menggunakan Kantong, salah satu fitur di aplikasi Jago. Kamu bisa memisahkan uang sesuai kebutuhan dengan membuat Kantong Bayar dan Kantong Nabung.

• Kurangi Pengeluaran

Bijaksana dalam mengatur pengeluaran pribadi juga menjadi kunci penting bagi generasi sandwich. Saat dewasa, tentunya keinginan juga makin bertambah. Namun, tetap harus dibedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Kamu harus dapat menentukan prioritas dan mengutamakan kebutuhan.

• Dana darurat dan proteksi dulu

Jangan langsung berinvestasi, lantaran keuangan kamu belum tentu aman dan terlindungi. Milikilah dana darurat terlebih dulu, dan lindungi seluruh anggota keluarga dengan asuransi kesehatan atau minimal adalah BPJS Kesehatan. Investasi mengandung risiko, jangan sampai dana yang sudah kita investasikan harus ditarik lantaran ada salah satu di antara keluarga kita yang butuh biaya berobat.

• Tinggalkan gaya hidup konsumtif

Penghasilan generasi sandwich seringkali ludes untuk membiayai gaya hidup orangtua yang ikut-ikutan. Ikut-ikut arisan, gonta ganti mobil, liburan ke luar kota atau luar negeri. Beri pengertian kepada orangtua dengan cara santun untuk meninggalkan gaya hidup konsumtif tersebut. Sampaikan kepada mereka, bahwa kamu mencari nafkah, banyak pengeluaran yang harus ditanggung, sehingga dengan menghentikan perilaku boros, orangtua dapat meringankan sedikit beban kamu.

• Cari sumber pemasukan lain

Generasi sandwich sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu sumber pemasukan. Ingat, kebutuhan akan terus meningkat, bukan malah berkurang. Kenaikan biaya hidup biasanya lebih cepat dan besar ketimbang kenaikan gaji.

Oleh karenanya, cari penghasilan tambahan dari sumber pekerjaan lain, seperti menjual skill, menjalankan hobi sebagai pekerjaan sampingan, menjadi reseller jualan online, dan lainnya. Jika menjalani pekerjaan lebih dari satu, kamu harus pintar membagi waktu antara pekerjaan utama dan sampingan. Agar keduanya berjalan dengan lancar, seimbang, dan tidak saling mengganggu.

• Langsung sisihkan gaji untuk biaya sehari-hari

Sebagai generasi sandwich, pastinya tahu tanggung jawab yang harus dipenuhi setiap bulan. Jadi, begitu menerima gaji atau mendapatkan penghasilan, langsung sisihkan untuk kebutuhan tersebut. Alokasinya sebesar 50 persen dari gaji untuk biaya sehari-hari, termasuk membayar cicilan utang. Sebesar 20 persen disisihkan untuk orangtua. Jadi, tidak ada kata terlambat. Semua pengeluaran wajib dapat terpenuhi di awal bulan.

• Berinvestasilah secara rutin saat keuangan aman

Pilihlah instrumen investasi yang Kamu ketahui dengan baik seluk beluknya. Dan lakukanlah secara rutin, dengan bujet yang sudah Kamu tentukan setiap bulannya. Ada baiknya jika penghasilan Kamu bertambah, tambahlah pula dana yang akan disisihkan untuk investasi.

Hal itu disebabkan karena, semakin besar dana yang disisihkan, semakin cepat pula bagi Kamu untuk merealisasikan tujuan keuangan dan merdeka finansial.