artikel

Sebelum Menyicil Apartemen, Kenali Dulu Pengertian Dari KPA, Syarat, dan Cara Pengajuannya.

Images

Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) merupakan fasilitas kredit yang diberikan perbankan kepada nasabah untuk memperbaiki atau memiliki apartemen, sehingga setiap orang berkesempatan mempunyai aset tersebut dengan lebih mudah.

Dewasa ini, KPA menjadi pilihan terbaik bagi seseorang yang ingin memiliki hunian, saat dana tunai yang dimiliki tak mencukupi. Cukup membayar booking fee dan uang muka, kamu pun sudah bisa memiliki hunian tersebut, lalu dilanjutkan dengan membayar cicilan perbulan sesuai jumlah serta tenor yang ditentukan oleh pihak bank.

Tapi, tahukah kamu? KPA ternyata memiliki beragam jenis yang dibedakan berdasarkan agunan, penerima, dan suku bunga. Setiap jenis KPA juga mempunyai aturan yang berbeda sesuai kondisi masing-masing individu.

KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) Berdasarkan Pengertiannya

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, berkumpul, dan berteduh. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa memiliki rumah. Di kota-kota besar, telah banyak dibangun apartemen-apartemen sebagai alternatif pengganti rumah akibat lahan di perkotaan sudah semakin berkurang.

Kaum millennial, terutama yang berada di area perkotaan, lebih memilih untuk memiliki apartemen. Alasanya karena letak apartemen yang biasanya strategis, dekat dengan sarana pelayanan publik seperti rumah sakit, swalayan, dan sebagainya. Selain itu, harga dari apartemen juga sangat terjangkau dan tidak akan membebani finansial Anda.

Untuk membantu Anda dalam mewujudkan memiliki apartemen sendiri dengan mudah. Beberapa bank dan lembaga pembiayaan lainnya mengeluarkan program KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) untuk meringankan calon pembeli supaya bisa membeli apartemen impiannya dengan mudah. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) itu? Dilansir dari Loan Market, KPA adalah sejenis produk pembiayaan untuk nasabah yang tertarik ingin membeli properti apartemen.

Syarat Pengajuan KPA

Pengajuan Kredit Pemilikan Apartemen mungkin tidak semudah membalikkan tangan. Namun, apabila memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan melalui proses yang benar, maka bukanlah tidak mungkin pengajuan Anda akan disetujui. Nah, jika Anda sudah memantapkan diri untuk membeli apartemen dengan KPA, sebaiknya sesegera mungkin Anda siapkan persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Sebelum itu, tentukan terlebih dahulu apakah Anda mengajukan KPA sebagai karyawan atau sebagai wirausaha, sebab ada beberapa perbedaan persyaratan dokumen yang diperlukan.

Jika Anda adalah seorang karyawan, dokumen -dokumen yang perlu Anda siapkan antara lain adalah sebagai berikut:

• Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia • Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah • Fotocopy KTP diri • Fotocopy KTP (suami/istri) • Fotocopy KK • Fotocopy Surat Nikah/Akta Cerai • Fotocopy Rekening Koran • Slip Gaji (minimal 1 bulan terakhir) • Fotocopy SK Pengangkatan Pegawai Tetap • Fotocopy NPWP Pribadi

Apabila Anda adalah seorang wirausaha dan memiliki badan usaha, maka terdapat syarat tambahan yang harus dipersiapkan, yaitu:

• Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia • Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah • Sudah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun • Fotocopy KTP diri • Fotocopy KTP (suami/istri) • Fotocopy KK • Fotocopy Surat Nikah/Akta Cerai • Fotocopy Rekening Koran • Slip Gaji (minimal 1 bulan terakhir) • Fotokopi rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir • Fotocopy NPWP Pribadi • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Cara Pengajuan KPA

Apabila Anda ingin membeli sebuah apartemen menggunakan program KPA, berikut ini adalah langkah mengajukan KPA yang bisa Anda ikuti:

1. Menghitung Budget yang Diperlukan

Jika Anda sudah mengetahui pinjaman pokoknya, Anda tinggal membuat selisih harga apartemen dengan uang muka yang dibayarkan. Kemudian, hitunglah perkiraan cicilannya setiap bulan. Pastikan Anda besarnya cicilan per bulan sesuai dengan kemampuan budget Anda.

2. Menghitung Jumlah Tabungan dan Harta Milik Anda

Apabila Anda memiliki tabungan dan harta seperti emas, deposito dan lain-lainnya, hitunglah jumlahnya. Harta dan tabungan yang mudah dicairkan dapat dijadikan salah satu sumber tambahan untuk uang muka KPA Anda.

6. Jaga kelembapannya

Bukan hanya kulit, mata juga pelu dijaga kelembapannya. Menatap layar gadget terlalu lama diketahui salah satunya dapat menyebabkan mata kering. Kalau sudah kering, mata pun bisa iritasi karenanya. Oleh karena itu, jaga kelembapannya dengan mengistirahatkan mata atau bila kering, segera teteskan pelumas mata agar kembali lembab.

3. Mengumpulkan Data Pendapatan

Kumpulkan dan hitung pendapatan yang Anda miliki; mulai dari gaji pokok, THR, bonus, dan lainnya. Data pendapatan bisa menjadi acuan penting untuk menentukan besaran biaya bulanan yang bisa Anda keluarkan untuk cicilan apartemen dan biaya hidup lainnya.

4. Mengumpulkan Data Pengeluaran

Selain mengumpulkan data pendapatan, Anda juga harus mengumpulkan data pengeluaran. Catat secara lengkap seluruh pengeluaran bulanan Anda untuk mengetahui besaran biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulannya.

5. Melakukan Riset ke Bank yang Menyediakan Program KPA

Terdapat beberapa layanan atau bank yang meyediakan layanan KPA. Anda harus melakukan riset kepada bank-bank tersebut dan mengetahui bank apa saja yang memiliki program KPA sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

6. Mempersiapkan Persyaratan Pengajuan KPA

Setelah lima cara tadi Anda lakukan, dan sudah menentukan pilihan, siapkanlah syarat-syarat dokumen untuk diajukan ke KPA.

7. Mengisi Formulir

Anda bisa mengisi formulir, baik secara online maupun offline. Jenis formulir tersebut akan ditentukan dan dikirim oleh pihak bank.

8. Menunggu Konfirmasi Pihak Bank

Setelah seluruh dokumen persyaratan terpenuhi, tunggulah pihak bank untuk mengkonfirmasi persetujuan pengajuan KPA. Apabila sudah disetujui, maka pengajuan KPA Anda bisa ditindaklanjuti. Jangan lupa untuk menyiapkan uang muka dan cicilan yang perlu dibayarkan setiap bulannya.