Banyak dari pasangan yang tidak menyadari pentingnya dalam mengatur keuangan bersama setelah menikah. Mungkin ketika kita masih single, kita mengatur keuangan sendiri dan bebas memakainya tanpa harus ada ijin kepasangan. Dalam pernikahan masalah keuangan menjadi factor yang krusial, agar rumah tangga yang kita jalani tetap harmonis dan bahagia. Nah, untuk mengatur keuangan dalam berumah tangga. Hal ini harus disepakati sejak awal, urusan keuangan bisa menjadi badai tersendiri yang mengintai kehidupan rumah tangga. Manajemen keuangan keluarga yang baik juga bisa membantu anda dalam mengatur rencana jangka panjang dan pendek. Ini semua saling berhubungan dengan kapan anda akan berencana membeli rumah, kendaraan, memiliki anak, hingga simpanan hari tua nanti. Agar mengatur keuangan dapat berjalan dengan baik dan membuat rumah tangga tetap harmonis, mari simak artikel berikut ini Tips mengatur keuangan rumah tangga
Tabungan untuk kebutuhan rumah tangga
Menabung menjadi suatu keharusan setelah menikah, apalagi jika anda dan pasangan merencanakan untuk membeli hunian, kendaraan, hingga memiliki anak. Anda bisa mendiskusikan dengan pasangan berapa persen uang yang harus ditabung dari penghasilan. Jika anda dan pasangan sama-sama bekerja, maka masing-masing dari anda bisa menerapkan metode budgentinh 50% untuk kebutuhan, 30% untuk hiburan, dan 20% untuk tabungan. Kemudian 20% tabungan dari suami dan istri dapat disatukan dalam rekening khusus tabungan bersama.Biaya pendidikan anak
Dari tahun ke tahun, biaya pendidikan anak akan semakin mahal. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, rata-rata kenaikan biaya pendidikan mencapai 10-15% per tahunnya. Belum lagi inflasi dari sector pendidikan di Indonesia yang tinggi mencapai 3,81%. Oleh sebab itu, di awal berumah tangga. Tempatkan dana pendidikan anak ke dalam pos prioritas Anda. Menurut perencanaan keuangan, orang tua sebaiknya menyisihkan 10 pendapatannya setiap bulan untuk dana pendidikan.Investasi
Tidak hanya menabung, investasi juga menjadi cara untuk mengamankan kondisi keuangan sekaligus mewujudkan goals di masa depan. Misalkan membeli mobil, hunian, memulai bisnis, menyiapkan dana pendidikan anak, hingga dana pension. Banyak instrument investasi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, mulai dari yang berisiko rendah seperti investasi emas dan properti. Jika anda baru memulai berinvestasi, sebaiknya pilih investasi berisiko rendah sebagai permulaan.Dana darurat
Hal-hal tak terduga seperti sakit, kecelakaan hingga PHK bisa dialami oleh siapa saja. Inilah fungsi mempersiapkan dana darurat saat peristiwa mengalami peristiwa tak terduga atau ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi. Bagi orang yang sudah menikah, dana darurat sebaiknya sebanyak 9 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk orang yang sudah menikah dan memiliki anak, sebaiknya memiliki dana darurat minimal 12 kali lipat dari pengeluaran bulanan.