artikel

Pakai KTA untuk DP Rumah, Pahami Risikonya!

Images

Investasi terbaik salah satunya adalah dengan memiliki aset properti seperti rumah. Bukan hanya dijadikan tempat tinggal, nilai jualnya juga akan selalu meningkat setiap tahun. Namun, kendala banyak orang saat membeli rumah, tak lain persoalan DP. Bagaimana tidak, kamu harus menyiapkan uang puluhan sampai ratusan juta rupiah untuk mengambil KPR. Sebagai contoh, kamu ingin membeli rumah KPR seharga Rp300 juta. Asumsi DP katakanlah sebesar 15 persen. Berarti uang yang harus kamu persiapkan untuk uang muka saja yakni sebesar Rp45 juta. Kalau harus menabung sekitar Rp 500.000 per bulan, maka butuh waktu 90 bulan atau lebih dari 7 tahun untuk mengumpulkan DP. Terlalu lama! Lantas, bolehkah mengambil jalan pintas dengan menggunakan pinjaman KTA? Sebenarnya uang dari hasil pencairan KTA bisa digunakan untuk kebutuhan apapun. Mulai dari biaya pendidikan, kesehtan, renovasi rumah, hingga melunasi DP rumah. Tapi sebelum itu, ketahui dulu risiko-risiko menggunakan fasilitas keuangan ini.

Mengenal Pinjaman KTA

KTA atau Kredit Tanpa Agunan memang sangat terlihat menjanjikan untuk menjadikannya solusi di setiap masalah keuangan. Dana ini dikeluarkan bank tanpa membebani calon nasabah dengan jaminan (agunan). Sehingga tak perlu lagi kebingungan mencari jaminan utang berupa sertifikat barang berharga, perhiasan, atau BPKB. Proses pengajuannya pun cepat, mudah dan tidak berbelit-belit. Sehingga pinjaman ini cukup diminati banyak orang, khususnya bagi yang sedang membutuhkan dana tunai cepat serta mendesak. Akan tetapi jangan gagabah. Ada beberapa hal yang harus diperhitungkan matang-matang sebelum mengambil KTA. Berikut di antaranya: • Besarnya suku bunga • Jangka waktu peminjaman • Jumlah angsuran per bulan • Biaya tambahan lain (biaya administrasi, denda, dan asuransi)

Risiko Bayar DP Rumah dengan KTA

Beli rumah KPR sama saja berutang, bahkan dalam jangka waktu belasan hingga puluhan tahun. Risiko yang paling terlihat ketika menggunakan KTA untuk membayar DP rumah, yaitu harus membayar dua angsuran sekaligus. Selain itu, masih ada lagi risiko yang perlu kamu waspadai, antara lain:

1. Bunga tinggi

KTA memang lebih mudah didapat, hanya saja bunga yang dikenakan juga tergolong tinggi. Bunga terendahnya saja ada di angka 0,65%. Tak hanya itu, beberapa bank yang mengeluarkan KTA bahkan tidak memberi bunga flat alias naik setiap tahunnya. Jangan sampai bahagia sesaat karena bisa langsung mendapat rumah, tapi menangis kemudian.

2. Awas kredit macet

Ingat, utang yang sehat adalah tidak lebih 30 persen dari gaji atau penghasilan bulananmu. Jika kamu mengambil cicilan KTA untuk DP rumah, ditambah lagi cicilan KPR per bulannya, apakah tidak besar pasak daripada tiang? Hitung-hitung kembali sebelum nantinya menimbulkan kredit macet.

3. Beban bertahun-tahun

Seperti yang tadi dikatakan, kamu harus membayar dua angsuran sekaligus selama bertahun-tahun. Bisa saja kamu hanya mengambil tenor tiga tahun, tapi jumlah cicilannya tentu lebih besar. Apakah siap dengan risiko ini? Tabungan akan terus terkikis, belum lagi masalah lain seperti musibah tak terduga yang memerlukan biaya besar.

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan Tidak Merekomendasikan

Walaupun tak ada larangan tujuan penggunaan KTA, membayar DP rumah dengan KTA dinilai bukanlah pilihan tepat. Bank Indonesia dan OJK sendiri bahkan tidak merekomendasikan penggunaan pinjaman KTA untuk DP rumah. Alasannya masuk akal. Bayangkan kamu mengajukan KTA di bank A atau melalui fintech B, untuk DP rumah KPR di bank C. Alur yang cukup berlapis ini amat berpotensi besar gagal bayar di kemudian hari. Jika kamu mengalami gagal bayar, otomatis memperburuk rapor kredit di BI atau OJK bahkan bisa masuk daftar hitam (blacklist) regulator. Kalau belum dilunasi, ke manapun kamu mengajukan kredit, pasti akan ditolak.

Harga Rumah Selangit Jangan Dipaksa, Apartemen Solusinya

Setiap orang tentunya ingin memiliki rumah baik untuk ditempati ataupun sebagai investasi di masa depan. Namun perlu diingat, aset properti bukan hanya rumah tapak saja. Apartemen pun memiliki nilai investasi yang tak kalah besar dari tahun ke tahun. Anwa Residence Apartemen mempersembahkan hunian vertikal berlokasi strategis, fasilitas lengkap, serta tentunya bersahabat di kantong. Harga satu unit apartemennya dibanderol mulai Rp400 jutaan. Cukup terjangkau, bukan? Siapapun jadi bisa memiliki dan berinvestasi properti tanpa memaksakan kemampuan, karena dengan cicilannya yang masuk di semua kalangan. No more drama DP rumah! Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke - 76 tahun di bulan Agustus 2021, Anwa Residence Apartemen Bintaro pun ikut merayakannya dengan memberi promo menarik yang sangat menguntungkan bagi calon penghuni. Promo tersebut berupa Angsuran Suka Suka, Free Cicilan KPA & Cicilan Flat 76 kali. Bagi kamu yang penasaran ingin melihat unit beserta fasilitasnya, tim sales dari Anwa akan siap membantu. Anwa Residence Apartemen Bintaro menghadirkan virtual tour yang bisa diakses melalui website www.anwaresidence.com selama masa PPKM.