Biasanya dinding rumah terbuat dari material kaca, bata merah, batako atau kayu. Akan tetapi, saat ini banyak sebagian rumah yang menggantinya dengan material kaca. Tentunya hal ini menambah kesan estetik pada desain rumah tersebut. Dengan memilih kaca sebagai dinding, kamu bisa mendapatkan hunian yang terlihat lebih modern. Tren penggunaan kaca bukan hal yang baru dalam dunia arsitektur. Selain dinding ruang tamu, material kaca juga bisa diterapkan pada dinding rumah hingga garasi. Untuk memilih kaca sebagai material dinding rumah, tentunya kamu harus mempertimbangkan 3 hal ini. Sebab, memasang dinding kaca di rumah tidak boleh sembarang. Salah-salah malah akan membuat rumah menjadi bermasalah, berikut adalah 3 perhatikan dalam memasang dinding kaca rumah
Pakai Kaca yang Sesuai
Perlu diingat bahwa tidak semua kaca bisa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan dinding. Kamu harus memakai kaca khusus yang memiliki kekuatan tinggi. Jenis kaca yang biasa digunakan adalah tempered glass, sebab jenis kaca ini memiliki kekuatan yang tinggi. sehingga bisa dibuat menjadi anak tangga, selain kekuatannya yang sangat baik. tampered glass juga lebih tahan terhadap benturan. Meskipun didobrak secara paksa, pecahan dari kaca tidak berkeping-keping melainkan berupa butiran-butiran kecil sehingga relative lebih aman. Bila kamu menginginkan kaca yang memiliki kekuatan lebih baik lagi, tak ada salahnya untuk memilih kaca jenis laminated glass. Kaca laminasi pada dasarnya terbuat dari dua keping tempered glass. Kaca tempered yang telah disusun dua lapis ini selanjutnya direkatkan menggunakan sealent di antara kedua kaca tersebut. Bisa dikatakan kaca laminated mempunyai ketahanan yang sangat baik dari benturan. Pecahannya pun akan tetap melekat di dalam kaca. Anda bisa menggunakan tempered glass atau laminated glass dengan ketebalan sekitar 5-15 mm sesuai luas dinding yang akan dibuat.Gunakan Bingkai yang Tepat
Pertimbangan berikutnya adalah gunakan bingkai yang tepat. Kaca harus dipasang pada bingkai khusus agar dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Ada dua teknik yang kerap diaplikasikan pada pembuatan dinding kaca yaitu frame dan frameless. Pada teknik frame, proses pemasangannya mirip sekali dengan memasang kaca pada daun jendela. Jadi kaca nantinya diletakkan di antara dua bingkai yang terbuat dari kayu, PVC, atau aluminium. Jangan lupa untuk memberikan lapisan sealant di antara kaca dan bingkai untuk meredam getaran. Sementara itu, teknik pembuatan dinding kaca dengan metode frameless sebenarnya tidak murni tanpa bingkai. Kamu masih menggunakan bingkai yang sama, tetapi posisinya disembunyikan. Dengan demikian, dinding kaca pun kelihatan seolah-olah tidak dilengkapi dengan bingkai. Untuk menyembunyikan bingkai ini, kamu bisa menanamkannya di lantai dan balok melintang yang terletak persis di atas kaca. Minimal kaca harus tertanam di bingkai sedalam 1,5 cm biar merekat kuat.Jangan Lupa Pasang Sealant
Dinding kaca tidak hanya terbuat dari kaca dan bingkai saja, tetapi masih ada juga sealant yang harus dipasang. Kegunaan utamanya ialah meredam benturan kaca ke bingkai yang mungkin bisa terjadi pada saat timbulnya getaran. Beberapa pekerja juga kerap memanfaatkannya sebagai media penghubung antara kaca yang satu dengan kaca lainnya. Sealant yang dipakai biasanya berupa karet yang diselipkan di antara permukaan kaca dan bingkai. Mudah saja untuk menggunakan sealant ini karena wujud awalnya berupa pasta. Anda hanya perlu mengoleskannya di sepanjang pertemuan antara kaca dan bingkai. Tinggal tunggu selama beberapa saat, sealant tadi pun akan mengeras. Agar fungsinya terus terjaga secara optimal, lapisan sealant ini perlu diganti secara berkala biar tidak getas.