Bagi kaum urban tinggal di Apartemen sudah menjadi gaya hidup modern saat ini, tidak hanya karena jumlah lahan dan hunian di pusat kota yang makin terbatas, tapi juga karena fasilitas di apartemen begitu memadai yang membuat kita menjadi praktis. Tak bisa dipungkiri bahwa apartemen memang memiliki fasilitas yang cukup lengkap, sebut saja seperti kolam renang, gym, pertokoan hingga pusat belanja. Namun, dibalik kepraktisan yang ditawarkan. Ada hal penting yang harus dipertimbangkan oleh kamu ketika tinggal dan membeli apartemen yaitu IPL, lalu apa sih sebenarnya IPL itu? IPL merupakan singkatan dari Iuran Pengelolaan Lingkungan. Biasa disebut juga sebagai service charge. IPL apartemen adalah biaya pemeliharaan gedung (maintenance fee) yang dibebankan secara proporsional pada para penghuni apartemen tersebut sesuai dengan luas unit yang dimiliki dan perhitungan lainnya.
Cakupan IPL:
Biaya utilitas: meliputi biaya pengelolaan dan perawatan jaringan instalasi. Contoh : biaya listrik, air, dan gas, engineering, serta biaya untuk perawatan dan penggantian peralatan di apartemen (contoh lift, AC, atau eskalator yang digunakan bersama). Service Charge: biaya yang digunakan untuk mendanai kegiatan operasional apartemen. Termasuk untuk menggaji karyawan yang bekerja di unit apartemen tersebut. Contohnya untuk menggaji receptionist, tukang parkir/valley, satpam, cleaning service, teknisi, admin, dan pegawai lainnya. Selain itu, biaya ini juga digunakan untuk mendanai kegiatan operasional apartemen sehari-hari. Sinking Fund: dana cadangan. Dana ini baru akan digunakan ketika ada keadaan darurat. Contoh, ketika ada fasilitas vital apartemen yang mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki.Cara Menetapkan IPL
Setiap PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) menetapkan besaran biaya IPL yang berbeda-beda dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Di antaranya penetapan rencana pengeluaran setahun dan potensi pemasukan yang berasal dari sumber lain selain IPL seperti biaya sewa ruang mesin ATM, sewa pemasangan iklan, kerja sama bisnis dan yang lainnya. Selanjutnya, PPPSRS juga akan mengurangi jumlah pengeluaran dengan pemasukan. Kekurangan itulah yang nanti akan ditanggung oleh pemilik atau penghuni unit apartemen. Jumlah kekurangan ini dibagi dengan luas unit dan akan didapatkan biaya IPL per meter persegi.Cara Menghitung IPL
Besaran tarif IPL Apartemen yang harus dibayarkan oleh penghuni atau pemilik sebenarnya sudah dicantumkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Di dalam ketentuan PPJB tersebut tercantum tarif IPL Apartemen per meter persegi bagi pemilik, jadi meskipun tidak sedang dihuni, IPL apartemen tersebut tetap harus dibayarkan.Dan tarif IPL yang tercantum di dalam PPJB itulah yang merupakan dasar awal tarif yang dipakai oleh pengurus PPPSRS. Sebagai contoh, misalnya untuk satu unit apartemen sederhana memiliki luas 21 meter persegi, IPL Apartemen yang tercantum adalah Rp25.000 per meter persegi. Dengan menggunakan rumus yang telah disebutkan di atas. Maka untuk menghitung Beban IPL Apartemen type unit 21 meter persegi adalah : Beban IPL Apartemen = IPL Apartemen x Luas unit apartemen = Rp 25.000 x 21 = Rp525.000,00 Jadi untuk unit apartemen sederhana dengan luas 21 meter persegi dan IPL sebesar Rp 15.000,00 akan dikenakan beban IPL Apartemen sebesar Rp525.000 per bulan. Namun, tidak jarang pihak pengembang salah dalam menetapkan tarif IPL apartemen. Terkadang, biaya operasional yang dibutuhkan, pada kenyataannya, jauh lebih besar, dibanding yang sudah ditetapkan dan disetujui oleh masing-masing pihak. Hal tersebut tentu membuat PPPSRS melakukan penyesuaian tarif sesuai kebutuhan riil pengelolaan. Oleh karenanya, sebaiknya dalam menetapkan tarif IPL awal, pihak pengembang harus menghitung sesuai kebutuhan riil pengelolaan dan perawatan apartemen. Sehingga ketika diserahkan ke PPPSRS definitif, tidak menimbulkan potensi masalah di kemudian hari.