Ketika ingin berinvestasi, ada banyak hal yang perlu dipahami sebelum memulainya. Selain mengetahui instrumen investasi mana yang ingin kamu pilih, calon investor juga perlu memahami apa itu capital gain dan deviden. Capital gain dan deviden pada dasarnya adalah dua sumber keuntungan investor. Tapi, apa perbedaan keduanya?
Definisi Capital Gain
Melansir Investbro, capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan saham di pasar modal. Hal ini sebenarnya mirip dengan konsep menjual produk pada umumnya. Investor beli saham harga rendah kemudian jika harganya naik maka akan menjualnya ketika harganya tepat. Semakin berkembangnya perusahaan dari waktu ke waktu, biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga saham perusahaan itu sendiri. Maka agar bisa memperoleh capital gain, investor memerlukan skill analisa dan strategi yang matang dalam melihat prospek perusahaan ke depannya.Definisi Deviden
Dalam daftar istilah pasar modal yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dijelaskan, deviden adalah keuntungan atau laba sebuah perusahaan yang diberikan kepada para investor alias pemegang saham. Imbalan tersebut bersumber dari laba yang diperoleh perusahaan atas kinerjanya, dan sebagian hasilnya ini dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden. Pemegang saham biasa dari emiten pun bisa mendapatkan porsi deviden. Namun, dengan syarat ia memiliki saham dari perusahaan yang bersangkutan selama periode pembagian deviden ini berlangsung.Perbedaan Capital Gain dan Deviden
Setelah mengetahui masing-masing definisinya di atas, kini saatnya mengulik lagi perbedaan yang signifikan dari capital gain dan deviden. Agar semakin memahami ‘aturan main’ investasi saham, berikut perbedaan capital gain dan deviden di antaranya:1. Jumlah
Perbedaan utama dari capital gain dan deviden terletak pada jumlahnya. Kalau deviden, jumlah keuntungan yang didapatkan investor akan ditentukan dari seberapa banyak lembar saham yang dimilikinya. Dividen ini juga bisa dibayarkan baik dalam bentuk uang tunai atau tambahan saham. Sementara jumlah capital gain ditentukan dari selisih harga beli dan harga jual saham itu sendiri. Jadi, semakin besar margin keduanya, maka investor akan mendapat capital gain yang semakin besar.2. Periode pendapatan
Ya, periode pendapatan saham pun berbeda anatar capital gain dan deviden. Pembagian dividen didasarkan pada jadwal yang telah ditentukan dalam RUPS. Periodenya bisa dibilang tidak menentu. Misalnya untuk tahun ini, perusahaan mungkin membagikan dividen sebanyak satu kali. Akan tetapi, bisa saja pembagian dividen tahun depan dan berikutnya dilakukan sebanyak dua kali. Berbeda halnya dengan capital gain yang bisa investor terima kapan saja. Bahkan untuk mendapat keuntungan ini, investor diberi kewenangan dalam menentukan periode pendapatannya sendiri.3. Sifat keuntungan
Dari cara memperolehnya, deviden tergolong pasif daripada capital gain. Hal ini dikarenakan investor hanya menanamkan modal saja dan tidak memiliki andil dalam mengatur perusahaan. Sehingga investor hanya perlu menunggu pembagian keuntungannya saja. Sementara itu, capital gain cenderung lebih aktif karena investor dituntut melakukan trading dan analisis lengkap di pasar modal, demi memperoleh keuntungan. Namun minusnya, sifat keuntungan seperti ini cenderung riskan karena investor juga berpeluang mengalami kerugian atau yang disebut capital loss.4. Keputusan pembagian
Perbedaan dari capital gain dan deviden dalam investasi saham juga terletak dari segi keputusan pembagian keuntungannya. Ya, ada prosedur khusus yang dilakukan ketika berbagi profit dengan investor. Pembagian dividen sedikit lebih kompleks karena ditentukan oleh perusahaan dan pemegang saham ketika Rapat Pemegang Saham (RPS). Sedangkan, pendapatan capital gain yang cara kerjanya lebih indenpenden, pembagian keuntungannya bisa langsung diatur oleh pemegang saham itu sendiri.5. Biaya tambahan
Ketika memperoleh capital gain, investor harus membayar sejumlah fee. Persentasenya yakni sebesar 0,25% untuk fee pembelian dan 0,35% untuk fee penjualan secara konvensional. Ada juga fee online yang jauh lebih murah yaitu 0,15% untuk fee pembelian dan 0,25% untuk fee penjualan Sementara untuk biaya tambahan saat menerima deviden, investor akan dikenakan pajak dengan tarif sekitar 10%. Namun, baru-baru ini pemerintah secara resmi membebaskan tarif pajak untuk penerima dividen. Sebagai investor saham, kamu tetap berkesempatan untuk mendapatkan capital gain dan deviden. Namun jangan lupa, selalu terapkan strategi-strategi jitu agar dua keuntungan ini bisa didapatkan sekaligus. Investasi tak melulu di saham saja, lho. Aset properti pun bisa kamu jadikan investasi yang tak kalah menjanjikan, karena nilai jualnya yang terus bertambah di setiap tahun. Apalagi dengan memilih apartemen di Anwa Residence Bintaro! Berlokasi strategis, Anwa Residence Bintaro dikelilingi fasilitas terbaik dan akses super mudah. Hanya 2 menit ke Pintu Tol JORR Pondok Aren, 3 menit ke Stasiun KRL Jurangmangu, dan jalur tol ke Bandara Soekarno-Hatta. Semua dihadirkan untuk mendukung gaya hidup modern nan dinamis para millennial. Tipe unit yang dimiliki Anwa Residence Bintaro sendiri cukup beragam, antara lain studio, 1 bedroom, 2 bedroom dan 3 bedroom. Harganya mulai dari Rp500.000.000,00 atau dengan cicilan 4 juta-5 jutaan saja per bulan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi nomor telepon (021) 2274 2700 , Whatsapp: 082213632700, atau kunjungi kantor pemasarannya di Jalan Cendrawasih Raya 25A, Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.- Tags:
- #Polusiudara
- #tips
- #AnwaResidence