artikel

5 Kebiasaan yang Memicu Polusi Udara di Rumah, Kurangi Sekarang!

Images

Baru-baru ini Indonesia khususnya di Kota Jakarta, dinobatkan menjadi kota nomor 1 yang tercemar oleh polusi udara berdasarkan AQI (Air Quality Indeks). Dengan kondisi udara yang tercemar polusi tentunya hal ini berakibat buruk pada kesehatan, tak heran saat ini banyak kasus yang menyatakan pasien terkena gangguan pernapasan. Tapi tahukah kalian, bahwa kebiasaan kita sehari-hari tanpa kita sadari dapat mengakibatkan polusi udara. Apa saja sih kebiasaan yang memicu polusi udara? Yuk simak artikel berikut ini, agar udara kembali bersih

1. Membakar sampah rumah tangga

Tanpa kita sadari bahwa membakar sampah rumah tangga malah akan membuat polusi udara, sebab asap yang mengepul ke udara akan mempengaruhi kualitas udara yang kita hirup loh. Nah, jika kalian masih suka membakar sampah rumah tangga dengan alasan simple dan praktis. yuk hentikan kebiasaan seperti sekarang juga, agar polusi udara dapat teratasi dan udara menjadi lebih baik lagi.

2. Merokok di ruangan

Tahukah kalian bahwa karbon dioksida, menata dan bahan kimia lainnya yang terkadung dalam asap rokok sangat berbahaya untuk paru-paru? Berdasarkan Conserve Energy Future, meskipun karbon dikosida dan metana yang dihasilkan dari rokok tidak mematikan, wujud gasnya bisa mencemari udara secara fatal. Oleh sebab itu, apabila kamu seorang perokok aktif, carilah ruang dengan ventilasi memadai untuk merokok. Hindari pula merokok di dekat anak-anak, ya!

3. Menggunakan disinfektan secara berlebihan

Disinfektan dipercaya dapat membunuh kuman, bakteri dan virus. Bahkan ketika covid menyerang disinfektan menjadi barang wajib yang digunakan dalam membersihkan berbagai peralatan. Bahan pembuatan disinfektan ternyata mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa memicu polusi udara. Senyawa kimia yang terkandung dalam produk disinfektan yaitu formaldehida (larutan jernih, tidak berwarna dan berbau tajam). Ternyata penggunaan disinfektan secara berlebih di dalam ruangan, hanya akan mencemari udara sekitar. Selain menyebabkan polusi, senyawa tersebut juga menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, sebagaimana yang dijelaskan dalam laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

4. Membiarkan jendela terbuka ketika kondisi udara di luar tidak sehat

Apabila kondisi udara di luar sedang tidak sehat, ada baiknya kamu menutup semua jendela yang ada di rumah. Jangan membiarkan jendela terbuka sepanjang hari, karena itu bisa mengundang berbagai macam polutan dari luar masuk ke dalam rumah. Jika polutan dari luar masuk ke dalam rumah, sudah dipastikan kualitas udara di dalam ruangan menjadi tidak sehat atau terkontaminasi. Tak ada salahnya menutup jendela ketika kualitas udara sedang buruk.

5. Malas membersihkan rumah

Malas membersihkan rumah merupakan kebiasaan buruk yang bisa memicu polusi udara di dalam ruangan. Debu-debu yang menumpuk pada benda di dalam rumah bisa beterbangan dan mencemari udara. Jangan dianggap sepele, debu yang berkeliaran di dalam udara termasuk polutan yang bisa menyebabkan berbagai gangguan pernapasan. Untuk mengantisipasi polusi udara di dalam rumah, ada baiknya kamu menyalakan alat penjernih udara atau air purifier. Selain itu, langkah preventif yang dapat kamu lakukan yakni memelihara tanaman penyaring udara, seperti lidah buaya, lidah mertua, aglaonema, dan lain sebagainya. Di samping itu, kurangi juga kebiasaan buruk yang berpotensi memicu polusi udara di dalam ruangan, ya!

Nah, itu lah 5 kebiasaan yang memicu polusi udara di dalam rumah. Tanpa kita sadara hal kecil yang biasa kita lakukan malah hanya akan membuat udara tercemar, dan dapat merusak kesehatan kita. Yuk, mulai dari sekarang kita bisa lebih memperhatikan dan peka terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.